Glodok: Kawasan Tionghoa Terbesar di Jakarta

Setelah Jayakarta direbut oleh VOC, kota menjadi porak poranda. Perekonomian lesu, keadaan kota sangat kacau. Tidak ada yang bisa membangun peradaban suatu kota tanpa perdagangan yang hidup subur di dalamnya. Jan Pieters zoon Coen –Gubernur VOC pertama– yang sebelumnya mengenal Souw Beng Kong di Banten karena cerdas, ulet, dan bervisi luas mengundang warga Tionghoa untuk

VanDiary – Syukron Korban Begal Lampung

Setelah menggeber Jimny tua secepat kilat, akhirnya kami tiba di sebuah warung dengan pencahayaan seadanya di pinggir jalan di antara ribuan hektar hutan karet dan sawit. Syukron masih tampak beroman pucat, atau memang begitulah paras Syukron setiap harinya, walaupun baru setengah jam kami berpisah untuk menjemput Kang Hendra yang memutuskan berhenti berlari di tengah jalan

Saya harus hidup, maka saya merantau

Saya percaya bahwa setiap orang harus angkat kaki dari rumah untuk sesuatu yang lebih besar, meskipun ketetapan meninggalkan Jogja adalah suatu pilihan yang pelik. Bagi saya, proses menjadi perantau adalah proses pembebasan. Bebas untuk menemukan cara berpikir baru, kebiasaan-kebiasaan baru, tanggung jawab-tanggung jawab baru (atau mungkin juga untuk tidak bertanggung jawab). Dengan merantau, individu memiliki

Senja di Paradise

Beberapa bulan lalu ketika saya berkunjung ke Kupang, ada perasaan lega yang luar biasa. Ketika berkali-kali saya harus mengurungkan niat untuk bertandang ke kota ini. Sebuah kampung halaman yang saya bangga-banggakan namun memori tentang kota ini hampir musnah saking lamanya tidak kembali. “Mulai dari Lampung, sampai dengan Labuan Bajo!” begitu kata Zacky ketika ajakannya untuk

Menyaksikan Tari Kecak dari Sumbernya

Bali yang merupakan salah satu tujuan utama wisata di Indonesia memang menjadi Provinsi yang sangat ramai dipenuhi wisatawan dalam dan luar negeri. Tidak sedikit orang yang pernah berkunjung ke Bali dan memutuskan untuk kembali lagi, karena memang di sanalah kita bisa menemukan sisi lain Indonesia dan ditata dengan sedemikian rapinya untuk memanjakan para pendatang. Saat