Jenis-Jenis Travel Writing

masih soal travelling dan gue mau sedikit share tentang (lagi-lagi) idealnya sebuah travelling itu dilakukan, tapi kali ini lebih kepada apa yang kita lakukan ketika travelling sudah dilakukan.. kebanyakan seorang traveller akan share tentang hasil perjalanannya berupa foto di facebook atau di twitter atau media sosial yang lain, tapi tidak sedikit yang kemudian menuangkannya kedalam tulisan di blog, website atau bahkan dicetak menjadi sebuah buku yang harapannya akan dibaca orang lain sebagai referensi untuk menuju destinasi yang direncanakan..
oke sebelumnya gue mau jelasin dulu soal travelwriting yang menurut gue ada beberapa salah kaprah bagi sebagian orang, inget ya, bagi sebagian orang yang artinya mungkin bagi sebagian yang lain bisa jadi lebih terbuka dan lebih dewasa dalam memandang laporan perjalan orang lain.

pertama: filosofi travelling
nah yang satu ini gak banyak yang menulis tentang filosofi travelling, emmm apa ya mungkin gue salah dalam membuat istilah, yang jelas beberapa orang menulis hasil perjalanannya berdasarkan apa yang dia dapat ketika melakukan travelling dan menuangkannya kedalam tulisan yang tujuannya untuk mengubah cara pandang pembacanya tentang travelling.. tujuannya jelas, tetapi tulisan semacam ini tidak begitu diminati oleh pembaca karena kebanyakan travelling ketika mencari referensi adalah mencari sesuatu yang menyenangkan, sedangkan dalam tulisan Filosofi Travelling ini kebanyakan cenderung menyalahkan traveller lain atau penulis lain dalam memandang travelling itu sendiri. nah gue sendiri lebih kearah yang satu ini meskipun gue sendiri gak se-ideal apa yang gue tulis ketika melakukan travelling.
kedua: tips n trick travelling
nah yang kedua ini sedikit lebih banyak bisa kita dapetin di google. dan pastinya juga banyak yang mencari buat dijadikan referensi perjalanan. gue sendiri sering cari tips n trick untuk bisa menikmati atau sekedar untuk mencapai suatu destinasi tertentu agar nantinya kita gak mati kutu atau bingung mau ngapain begitu sampai di tempat yang asing.
ketiga: diary
nah yang ketiga ini yang mau sedikit gue bahas kenapa banyak yang salah kaprah dengan laporan perjalanan yang sifatnya diary.. sbenernya gak ada yang salah orang mau nulis apa di blog atau website mereka sendiri, tetapi menjadi masalah bila pembaca justru menjadikan tulisan yang sifatnya diary ini dijadikan referensi untuk mencapai atau menikmati suatu perjalanan, yang terjadi justru miss guiding. selain karena perjalanan itu yang membuat kita sendiri, kejadian-kejadian tak terduga sering tidak disiapkan oleh pembaca ketika sudah berada di tempat yang asing tersebut, yang kemudian membuat beberapa orang merasa kecewa dengan perjalanan mereka sendiri karena tidak sesuai dengan apa yang direncanakan sebelumnya.
tidak ada yang salah ketika seseorang membuat blog, karena kebanyakan mereka membuat blog untuk dirinya sendiri dan yaaa syukur-syukur ada yang mau baca.. nah disinilah yang kemudian terjadi salah kaprah ketika seseorang menulis blog untuk dirinya sendiri sebagai cyber diary tetapi justru dijadikan referensi oleh pembaca yang gak sengaja lewat di blog diary tadi..
tidak selesai sampai disitu, salah kaprah ini sekarang semakin banyak dan semakin merajalela ketika tadi siang gue tanya temen gue tentang rute, kesulitan, dan keperluan apa saja yang harus gue tahu buat ke Gunung Papandayan, kemudian karena temen gue ini belum pernah ke Gunung Papandayan, dia menyarankan buat baca Field Report (FR) di Kaskus OANC yang jelas-jelas di dalamnya berisi diary orang-orang yang naik gunung. oke, mungkin temen gue ini termasuk salah satu orang yang salah kaprah dalam mencari referensi untuk mencapai suatu destinasi, tetapi gue juga baru sadar kalau Kaskus sendiri menyediakan sub forum khusus untuk para kaskuser menuliskan diary perjalanannya sebebas mungkin disana.. well, dibuatnya sub forum sendiri untuk FR mountainer ini tujuannya untuk membuat rapi forum OANC, tetapi kemudian gue mulai berfikir ulang, untuk apa sbenernya orang membuat FR tersebut? eksistensi bahwa lo udah pernah ke gunung ini itu? bahwa kaki lo udah pernah ada di tanah tertinggi? yaa pertanyaan semacam itu muncul bukan tanpa alasan, karena kalo lo tau di kaskus sendiri menyediakan forum B-Log buat kaskuser nulis tentang diary atau apapun itu yang sifatnya pribadi. atau lo bisa bikin blog sendiri di wordpress atau di blogger yang buat registernya aja segampang bikin facebook..
salah kaprah yang lain dilakukan justru oleh penerbit buku yang memasukkan diary travelling ini kedalam kategori Traveling, sedangkan kalo lo baca buku-buku tentang suatu perjalanan semacam itu seharusnya masuk kedalam kategori novel. nah yang ini sih sbenernya gue masih agak ragu, murni masuk kategori Travelling atau kategori Novel, tetapi seharusnya penerbit buku bisa lebih bijak dalam menentukan kedalam kategori apa jenis Diary Travelling ini..
intinya, tulisan gue ini bukan menyalahkan seseorang untuk tidak menulis dairy travelling di blog nya, tetapi bagaimana orang lain menjadi pembaca yang bijak agar tidak terjadi miss guiding dan eksploitasi suatu tempat wisata..
:):)

One thought on “Jenis-Jenis Travel Writing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *