sadar atau tidak, hidup itu terus berubah, terus berkembang.. begitu juga dengan cara kita berfikir..
pernah gue baca buku “Sejarah Tuhan” , yang di dalam buku itu ditulis bahwa Tuhan itu terus berkembang seiring pemikiran kita.. siapa Tuhan kita? Tuhan pada jaman nabi muhammad? tuhan pada jaman kerajaan? atau tuhan pada jaman modern seperti sekarang ini? bahkan tuhan pada jaman modern seperti sekarang ini pun mempunyai deskripsi yang berbeda.. ya karena manusia terus berkembang.. yaa karena pemikiran manusia terus berubah.. yaaa karena tuhan adalah hasil pemikiran manusia…
tidak hanya tentang tuhan saja yang berkembang, semua aspek di hidup ini terus berkembang mengikuti arus, arus yang mana? arus yang mana pun..
sebagai contoh, mungkin saat kita balita, kita mendeskripsikan sepeda sebagai mainan, hiburan bagi kita.. setelahnya ketika kita sudah sekolah, kita mendeskripsikan sepeda sebagai alat transportasi ke sekolah atau alat transportasi untuk bermain bersama teman-teman.. hingga saat kita dewasa, kita mendeskripsikan sepeda sebagai alat transportasi untuk mengurangi pemanasan global..
seperti itulah kita, terus berkembang seiring waktu.. 
nah, belakangan dunia travelling menjadi sangat booming, mungkin karena banyak orang yang ingin mencari hiburan ditengah kesibukannya, atau memang sekarang dunia travelling sudah menjadi gaya hidup bagi banyak orang.. apapun itu, gue seneng banget begitu banyak orang yang pengen travelling, setidaknya gampang cari partner buat jalan, urusan nantinya ada yang nyantol itu bonus aja kok, bener!! gak bo’ong!! kwkwkwkwwk
semakin banyaknya pecinta jalan, semakin banyak pula komunitas jalan-jalan.. nah, tetapi tidak sedikit pula yang masih menjadikan travelling sebagai media untuk mencari nafkah, jualan trip maksudnya.. 
gue setuju aja dengan pilihan hidup masing-masing orang, seperti gue setuju dengan cara apa seseorang melakukan perjalanan, mau hidup mewah, atau gaya ala kadarnya.. dan banyak juga komunitas atau perseorangan yang masih melihat travelling sebagai wadah hiburan semata, atau masih banyak juga yang memandang travelling sebagai ajang eksistensi diri, semakin banyak dia travelling, semakin merasa dirinya adalah penggiat dunia jalan-jalan.. macem-macem sudut pandang mereka..
mungkin karena tidak banyak penggiat travelling yang memberikan pemahaman bahwa yang dilakukan mereka adalah eksploitasi bumi, sehingga yang didapat oleh orang-orang tersebut justru semakin mengeksploitasi keindahan alam dengan menjualnya.. sebagai contoh yang belum lama ini terjadi adalah Pendakian Massal ke Gunung Semeru yang dilakukan oleh perusahaan outdoor dalam negri.. lebih dari seribu orang naik ke gunung secara bersamaan.. apalagi yang dilakukan selain mengeksploitasi alam ini?
manusia terus berkembang, definisi tentang tuhan aja terus berkembang, apalagi tentang dunia travelling..
tidak ada yang salah..
inilah tugas kita berhenti memikirkan menakhlukkan alam..!!