kurang dari seminggu lagi kita akan merayakan hari besar umat Kristen dan Katolik, dan mulai bermunculan pertanyaan-pertanyaan apakah boleh mengucapkan selamat natal bagi umat muslim? dosa gak sih ngucapin selamat bagi agama lain yang artinya meng-iya-kan keberadaan tuhan lain selain Allah SWT?
saat gue mendapat pertanyaan-pertanyaan semacam itu, gue pun masih belum tahu jawaban dari itu semua, kemudian karena penasaran gue mencoba mencari tahu di google, bertanya kepada teman, dan juga membaca lagi buku sejarah tuhan yang dulu pernah gue baca sepintas..

ada beberapa versi jawaban yang gue dapet:
  1. menurut versi beberapa artikel di internet menyebut kalau mengucapkan selamat natal bagi umat muslim hukumnya adalah haram, sangat tidak dianjurkan karena telah menduakan tuhan yang maha esa.. tuhan itu satu, lalu kenapa ada seorang muslim yang memberikan ucapan selamat atas hari besar agama lain? jelas dari penjelasan tersebut, hukumnya haram, musrik bagi yang ikut merayakan hari besar agama lain.
  2. kemudian gue juga dapet versi dari temen yang gue anggap dia mempunyai kapasitas untuk menjawabnya dengan sudut pandang yang lebih objektif. jadi menurut temen gue ini mengucapkan selamat natal bagi umat muslim itu boleh dilakukan.. sama halnya dengan kita sebagai umat muslim mengucapkan selamat ulang tahun atau mengucapkan selamat atas apa yang dia capai, kita turut berbahagia dengan apa yang mereka rayakan, dengan arti lain kita menghargai apa yang mereka yakini sebagai hari yang patut dirayakan..
  3. lalu ada versi dari hasil penangkapan gue dari baca buku sejarah tuhan, lagi-lagi gue akan bilang bahwa tuhan adalah sebuah hasil karya pemikiran manusia dimana saat itu manusia mengalami kekosongan hati dan pikiran, bahwa manusia mendambakan sebuah sosok yang sempurna disaat dunia ini tidak ada yang sempurna.. kekosongan itu yang kemudian muncullah sosok “it” yang diyakini sempurna dan didambakan oleh manusia, dengan cara apa manusia bisa dekat dengan sosok yang sempurna itu? dengan caranya masing-masing manusia kemudian menciptakan agama dimana di dalamnya muncul ritual-ritual untuk mendekatkan diri dengan sosok yang sempurna itu.. dari situ kemudian gue mengartikan bahwa mengucapkan selamat natal bagi umat musli itu sah-sah saja, karena tuhan adalah sosok yang ada bagi kita sendiri, urusan tuhan adalah urusan masing-masing.. mengucapkan atau ikut merayakan natal tidak bisa dimasukkan dalam hukum agama, karena agama hanyalah alat bantu untuk mendekatkan diri kepada sosok yang sempurna.. dan yang sempurna itu adalah hasil cipta pikiran manusia..
ke tiga jawaban itu adalah penangkapan gue, bisa jadi apa yang lo baca di kitab lo masing-masing berbeda dalam mengartikannya.. bukan bermaksud mengarahkan dan bukan juga sebagai jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tentang merayakan natal, tapi mencoba menuangkan dalam tulisan apa yang ada di kepala gue tentang pertanyaan-pertanyaan tersebut..