Bertandang ke Lampung menjadi pertanyaan bagi saya ketika muncul nama-nama kota yang akan kami kunjungi dalam perjalanan bersama Kementrian Pariwisata. Tidak banyak tempat wisata yang saya tau di Provinsi ini, hanya ada Pahawang, Pulau Pisang, dan Way Kambas. Namun pertanyaan itu terjawab ketika rincian perjalanan masuk di email saya. Pulau Pahawang dan Way Kambas menjadi destinasi yang harus saya eksplorasi dalam 2 hari kunjungan saya di sana.

Pulau Kelagian adalah satu-satunya tempat yang belum pernah saya datangi. Gambaran tentang Pulau Pahawang yang penuh dengan warga yang tinggal dan menggantungkan hidup di sana membayangi saya sepanjang perjalanan menuju Kelagian. Untung saja informasi tentang pulau ini lengkap di www.indonesia.travel dan menjadikan saya lebih mengenal tempat yang akan saya datangi ini.

Pulau yang memiliki pasir selembut bedak ini merupakan pulau yang dijadikan tempat berlatih bagi TNI AL. Air laut dengan gradasi hijau dan biru mirip dengan Pulau Pahawang membuat saya bersemangat untuk segera melepas baju dan berenang di dalamnya, mencoba merasakan dinginnya air laut yang menyejukkan ketika matahari sedang terik-teriknya. Namun Mas Danu yang bertugas sebagai panitia perjalanan mengatakan kunjungan di pulai ini hanya 1 jam membuat saya mengurungkan niat saya berenang.

Beberapa gazebo yang berdiri di pinggir pantai adalah tempat peristirahatan bagi para wisatawan. Masing-masing dari kami mencari gazebo untuk menyimpan tas dan segera mencari tempat-tempat favorit untuk mengabadikan gambar. Beberapa tampak malu-malu untuk mendekat ke air, tak lama Griska, Ayu, Kadek, Anggey, Satya, dan Nyimas melucuti pakaian mereka untuk berbikini ria bermain dengan air. Melihat kemeriahan mereka, Danar dan Mas Yudhi segera mengarahkan kamera untuk mengabadikan gambar, sedangkan Rendy dan Mawski terlihat masih sibuk dengan setingan kameranya. Syukron yang mempunyai ide membuat vidio lagu Tanah Air mengumpulkan beberapa orang yang terlihat “menganggur” untuk dijadikan model dadakan. Semua terlihat sibuk dengan perannya masing-masing, dan saya penasaran untuk mengeksplorasi pulau ini lebih jauh.

Pulau Kelagian Kecil yang hanya seluas 435 hektare ini tak seberapa jika dibandingkan dengan luas Pulau Pahawang yang sebesar 1.084 hektare. Letaknya juga tak jauh dari Pelabuhan Ketapang, tempat pemberangkatan untuk berkunjung di pulau-pulau kecil sekitarnya.

Bagian belakang tempat kapal berlabuh di pulai ini  lebih dominan dengan bebatuan di bibir pantai. Tidak begitu banyak orang bermain air di sana. Gazebo-gazebo yang berada di bagian depan tak terlihat di sisi pulau ini. Pohon-pohon kering menjadi tempat yang menarik untuk dijadikan background foto. Sefin, Yuki, Yudha dan Arif mulai berpose ketika tahu saya mengeluarkan kamera untuk mengambil foto candid.

Lelah berkeliling membuat perut mulai bergejolak. Agenda makan siang di Pulau Pahawang Besar mengantarkan saya kembali ke kapal untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Burung-burung Raja Udang menemani kami sepanjang perjalanan. Terbang dengan manuver-manuvernya mengincar ikan yang berada di permukaan.

Pengalaman berkunjung ke Pulau Kelagian Kecil memberi cerita tersendiri. Bahwa sebagian manusia di belahan bumi lain sedang berjuang mempertahankan tanah mereka untuk kesenangan manusia lain. Keragaman alam dan budaya merupakan satu Pesona Indonesia.