tomcat… apakah itu tomcat?
sejak awal denger kata tomcat, gue masih mikir itu adalah kata-kata yang baru semacam “kowawa” yang gak ada arti penting dari kata tomcat tadi.. jadi gue sih mikirnya gak penting banget nyari tau info soal tomcat tomcat an…

kata tomcat mulai heboh saat beredar di broadcast message dan twitter, hampir sama dengan fenomena kowawa yang mulai heboh lewat jejaring twitter…

yak, tomcat adalah sebuah serangga yang berukuran kecil berwarna hitam dan merah.. menurut isu nya, tomcat mengandung racun yang sangat berbahaya dan mematikan 12x lipat daripada bisa dari ular cobra.. benarkah?


ngapusiii….!!
namanya juga isu, gosip, abal-abal.. jadi sebenarnya Tomcat atau Kumbang Paederus ini memang berbahaya, tetapi efeknya tidak seperti bisa ular cobra yang langsung menyerang syaraf, tetapi tomcat ini hanya menyerang bagian kulit manusia.. jadi, efek yang ditimbulkan dari tomcat ini sendiri adalah luka di bagian luar kulit manusia, tetapi bila dibiarkan akan menimbulkan efek gatal dan panas disekujur tubuh, tapi tetap tidak akan menimbulkan kematian..

biar tidak menjalar dan menimbulkan efek yang lebih buruk, sebaiknya setelah terkena tomcat ini, langsung mencuci nya dengan air sabun untuk lebih menetralisir racun.. tapi untuk pengobatan tambahan, pilihannya adalah memakai salep Hydrocortisone 1 persen, atau salep Betametasone dan antibiotik Neomycin Sulfat 3 kali sehari, atau dengan salep Acyclovir 5 persen (kompas.com)

oiya, tomcat sendiri sebenernya udah banyak dan sudah lama ada di indonesia, dan mungkin di seluruh dunia, tapi karena yang namanya isu yang dibesar-besarkan ini, fenomena tomcat menjadi lebih “wah” untuk dibicarakan..

saat ini kasus terbanyak racun tomcat menyebar ada di daerah surabaya, dan menyebar di daerah perkebunan tebu, walaupun tidak menutup kemungkinan tomcat juga menyebar ke daerah perkotaan.. jadi mesti hati-hati juga ya tuits 😀

jadi, menurut info yang gue kasih ini, masih ngeri sama racun tomcat?
kalo gue sih tetep ngeri #ngakak