travel is very subjective

haiya, gue mau share lagi masih soal travelling, dan menurut gue tidak banyak orang yang sadar akan hal ini..
sekitar sebulan lalu ada salah satu kaskuser yang ada di jakarta bingung mau liburan kemana, dan minta saran di forum traveller kira2 tempat yang asik murah dan gak butuh waktu yang lama, kemudian muncul lah berbagai masukan dimana salah satunya adalah jogja.. yap, kalo melihat kriteria itu sih emang jogja yang paling memungkinkan untuk wisata asik, murah, dan gak butuh waktu lama.. tapi kemudian dibantah sama si doi karena jogja gak ada apa2nya, begitu2 doang ah… pokoknya kalo orang minta saran tapi sarannya selalu dibantah, mending di-iya-in aja lah :/
kemudian gue inget, iya juga sih jogja begitu2 doang, jogja cuma malioboro dan sekitarnya, jogja cuma kota kecil yang punya gunung merapi dan puluhan pantai yang masih asri dengan pasir putihnya.. yap, itulah jogja dimata orang yang memandang jogja dari luarnya saja.. tapi gue mulai berfikir lebih dalam lagi, apa yang bisa gue nikmatin dengan kota kecil ini, dengan malioboro yang hanya toko sovenir berjejer di pinggir jalan, dengan ceker ayam rasa chicken wings made in bu sastro, dengan gunung dan pantai yang juga ada di kota2 lain?

oke mungkin terlalu subjektif untuk menjelaskan jogja dengan sudut pandang yang lebih luas dan lebih mendalam, tapi mungkin beberapa argumen temen gue yang bilang bahwa jogja ngangenin, jogja yang sederhana dengan keramahannya, jogja yang dingin, malamnya jogja yang penuh dengan pengamen jalanan dan waria-waria yang meminta dengan sopannya, dan segala jogja dengan tetek bengeknya inilah yang gak semua orang bisa rasakan dan nikmati..seperti twit gue beberapa hari yang lalu yang isinya: “semua orang bisa ke jakarta bahkan ke bali, tapi tidak semua orang bisa menikmati bali apalagi jakarta” mungkin gambaran lebih sederhananya dari postingan blog gue ini.. nah bisa jadi orang yang memandang suatu tempat dengan sudut pandang luarnya aja tidak akan bisa menikmati apapun, justru dengan kita memandang suatu tempat wisata dengan lebih mendalam itulah tempat wisata akan menjadi lebih kaya dan tidak akan ada habisnya..

all journeys have secret destination of which the traveler is unaware 🙂

One thought on “travel is very subjective

  1. sebenernya tergantung dari pejalannya juga sih del. tetapi agak kurang bijak yah kalo berkomentar demikian. setiap kota punya keistimewaannya sendiri-sendiri, aku pribadi suka banget dengan jogja. Malioboro yang bagi kamu dna mungkin bagi ornag lain cuma sekedar wisata belanja buat ku itu bisa jadi wisata sejarah dan heritage yang menarik banget, belum lagi blusukan di kampung kauman yang kaya akan wisata sejarah plus religi, blusukan di pasar2 dan dapet makanan2 khas yang enak2, gudeg sastro, jazz mben senen, GAP,sedahan, kotagede…. buanyaaaaaaaakkk . dan guyub bareng kalian wakkakaka

    lagian travel kan harusnya gak terpatok pada destinasi, namun justru perjalanannya kan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *